Hantavirus kini menjadi perhatian dunia setelah wabah mematikan muncul di kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar membawa hampir 150 penumpang dan kru. Situasi di atas kapal berubah menjadi darurat kesehatan setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya mulai menunjukkan gejala yang diduga berkaitan dengan infeksi virus tersebut.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran internasional karena Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menduga adanya kemungkinan penularan antar manusia. Dugaan tersebut dianggap sangat langka dalam kasus hantavirus dan membuat banyak ahli kesehatan mulai menyelidiki apakah virus yang terlibat merupakan Varian Andes, salah satu jenis hantavirus paling mematikan di dunia.
Hingga awal Mei 2026, WHO mencatat terdapat tujuh kasus yang berhasil diidentifikasi di atas kapal MV Hondius. Dua kasus sudah dipastikan positif melalui pemeriksaan laboratorium, sementara lima lainnya masih masuk kategori suspek.
Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia, satu pasien berada dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya mengalami gejala ringan. Seluruh penumpang kini harus menjalani karantina sambil menunggu proses pemeriksaan lanjutan.
Virus dari Tikus yang Bisa Menyerang Paru-paru dan Ginjal
Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan terutama melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularan biasanya terjadi ketika manusia menghirup partikel udara yang telah tercemar urine, air liur, atau kotoran hewan yang membawa virus.
Virus ini sering ditemukan di lingkungan tertutup dan lembap yang menjadi sarang tikus. Risiko penularan meningkat ketika seseorang membersihkan area kotor tanpa menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan.
Selain melalui udara, virus juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat yang terinfeksi. Namun kasus di kapal pesiar membuat para ilmuwan semakin waspada karena muncul dugaan penyebaran antar manusia.
Dugaan Varian Andes Jadi Sorotan
WHO menyebut sebagian penumpang kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik ke kapal. Namun pola penyebaran yang ditemukan pada individu dengan kontak sangat dekat membuat para ahli menduga virus menyebar selama perjalanan berlangsung.
Para ilmuwan kini mengarahkan perhatian pada Varian Andes, jenis hantavirus yang diketahui memiliki kemampuan langka untuk menular antar manusia melalui kontak cairan tubuh secara intens.
Profesor kesehatan masyarakat dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Sabra Klein, menjelaskan bahwa Varian Andes tidak menular semudah virus pernapasan biasa seperti Covid-19.
Menurutnya, penularan biasanya terjadi di antara pasangan suami istri atau orang yang tinggal bersama dalam ruang tertutup dalam waktu lama.
Meski penularannya tergolong langka, tingkat fatalitas Varian Andes sangat tinggi. Sejumlah penelitian menunjukkan angka kematian dapat mencapai sekitar 40 persen.
Karena itu, wabah di kapal MV Hondius langsung dianggap sebagai ancaman serius yang harus dipantau secara internasional.
Gejala Awal Sering Disalahartikan
Salah satu alasan hantavirus sangat berbahaya adalah karena gejala awalnya sering terlihat seperti flu biasa.
Pasien biasanya mengalami:
- Demam
- Tubuh lemas
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Pusing
- Mual
- Diare
Banyak orang tidak langsung menyadari bahwa gejala tersebut dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa hanya dalam hitungan hari.
Infeksi hantavirus sendiri dapat menyebabkan dua penyakit utama yang berbahaya.
Hantavirus Pulmonary Syndrome
Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS merupakan bentuk infeksi yang menyerang paru-paru.
Pada tahap awal, gejala terlihat ringan. Namun beberapa hari kemudian pasien mulai mengalami batuk dan sesak napas akibat paru-paru dipenuhi cairan.
Kondisi ini dapat berkembang sangat cepat hingga menyebabkan gagal napas dan membutuhkan perawatan intensif menggunakan ventilator.
HPS termasuk bentuk infeksi hantavirus dengan tingkat kematian tinggi apabila terlambat ditangani.
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS merupakan bentuk infeksi yang menyerang ginjal.
Gejalanya meliputi:
- Nyeri punggung dan perut
- Demam tinggi
- Penglihatan kabur
- Tekanan darah rendah
- Pendarahan internal
- Gangguan ginjal akut
Pada kondisi berat, pasien dapat mengalami gagal ginjal sehingga memerlukan dialisis untuk membantu membersihkan racun dari darah.
Belum Ada Obat dan Vaksin
Hingga kini belum tersedia obat antivirus khusus maupun vaksin untuk mengatasi hantavirus.
Dokter hanya dapat memberikan terapi suportif guna membantu tubuh pasien bertahan selama melawan infeksi.
Pasien dengan gangguan pernapasan berat biasanya membutuhkan bantuan oksigen atau ventilator. Sementara pasien dengan kerusakan ginjal berat harus menjalani dialisis.
Karena belum ada pengobatan spesifik, penanganan cepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Penumpang Masih Menunggu Kepastian
Situasi di atas kapal MV Hondius disebut penuh tekanan psikologis. Para penumpang kini hidup dalam ketidakpastian sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Masa inkubasi hantavirus yang bisa mencapai delapan minggu membuat seluruh penumpang harus menjalani pemantauan kesehatan dalam waktu lama.
Beberapa penumpang dilaporkan mengalami kecemasan karena khawatir gejala baru dapat muncul sewaktu-waktu.
Para ahli menduga wabah mungkin bermula saat sebagian penumpang melakukan kegiatan pengamatan burung di daratan sebelum kembali ke kapal. Area tersebut diduga memiliki populasi tikus pembawa virus.
Namun hingga kini, penyebab pasti wabah masih terus diselidiki melalui pengurutan genetik virus.
Cara Mencegah Hantavirus
Pakar kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko penularan hantavirus.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Menjaga rumah tetap bersih
- Menutup akses masuk tikus
- Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor
- Membersihkan kotoran tikus menggunakan disinfektan
- Tidak menyentuh tikus hidup maupun mati secara langsung
- Mengelola sampah dengan benar
- Rajin mencuci tangan menggunakan sabun
Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi pengingat bahwa penyakit yang berasal dari hewan masih menjadi ancaman nyata di dunia modern. Meski jarang terjadi, virus seperti ini dapat berubah menjadi situasi darurat ketika muncul di lingkungan tertutup dengan banyak orang dalam waktu bersamaan.
