Akhir Februari 2026 menjadi periode dengan intensitas ketegangan global yang tinggi. Dalam waktu hampir bersamaan, konflik bersenjata meningkat di Timur Tengah, Eropa Timur, dan Asia Selatan. Peristiwa paling menyita perhatian terjadi pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, ketika Israel melancarkan serangan udara ke Teheran, ibu kota Iran.
Serangan ini disebut sebagai langkah pendahuluan untuk mencegah ancaman terhadap keamanan nasional Israel. Namun implikasinya jauh melampaui dua negara tersebut. Dunia kini menunggu apakah situasi akan berkembang menjadi konflik terbuka berskala luas atau masih dapat diredam melalui diplomasi.
🔴 Apa yang Terjadi di Teheran
Laporan dari sejumlah media internasional menyebut dua ledakan keras terdengar di pusat dan timur Teheran pada pagi hari waktu setempat. Asap terlihat membumbung di beberapa titik kota.
Beberapa sumber menyatakan lokasi serangan berada di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi resmi mengenai korban jiwa maupun skala kerusakan.
Situasi di ibu kota dilaporkan tegang. Aparat keamanan memperketat pengamanan di sejumlah fasilitas strategis. Aktivitas warga terbatas.
🚨 Israel Tetapkan Status Darurat Nasional
Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman serius.
Langkah yang diambil Israel antara lain:
- Menetapkan keadaan darurat nasional
- Menutup seluruh wilayah udara untuk penerbangan sipil
- Membunyikan sirene peringatan di sejumlah kota termasuk Yerusalem
- Meningkatkan kesiapsiagaan militer
Penutupan wilayah udara menunjukkan pemerintah Israel memperkirakan adanya risiko serangan balasan dari Iran dalam waktu dekat.
🇺🇸 Peran Amerika Serikat
Sejumlah pejabat di Amerika Serikat disebut mengetahui atau turut serta dalam operasi tersebut. Informasi ini disampaikan kepada media internasional secara terbatas karena berkaitan dengan operasi militer sensitif.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya telah meminta warga Amerika yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Kebijakan itu merujuk pada arahan Presiden Donald Trump terkait perlindungan warga negara Amerika di luar negeri.
Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat juga meningkatkan kehadiran militer di kawasan Timur Tengah.
⚠️ Apakah Iran Akan Membalas
Hingga saat ini, Teheran belum mengumumkan langkah balasan resmi. Namun sebelumnya pejabat Iran telah memperingatkan bahwa pangkalan militer dan kepentingan Amerika di kawasan dapat menjadi target jika wilayahnya diserang secara langsung.
Pengamat keamanan menilai beberapa hari ke depan akan sangat menentukan. Respons Iran akan menjadi penentu apakah konflik tetap terbatas atau berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas.
Iran memiliki jaringan sekutu di berbagai negara Timur Tengah. Jika eskalasi berlanjut, dampaknya bisa menjalar ke wilayah lain.
🌍 Dunia Sedang Bergolak di Banyak Titik
Ketegangan Israel dan Iran terjadi saat konflik lain belum mereda.
1️⃣ Rusia dan Ukraina Masuk Tahun Keempat
Pada 24 Februari 2026, perang antara Rusia dan Ukraina genap empat tahun.
Serangan drone dan rudal masih menyasar infrastruktur energi Ukraina. Gangguan listrik dan pemanas kembali terjadi di sejumlah wilayah. Perang ini terus memberi dampak pada pasokan pangan dan energi global.
2️⃣ Pakistan dan Afghanistan Memanas
Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat. Laporan menyebut adanya pemboman di sekitar Kabul.
Eskalasi di Asia Selatan menambah daftar kawasan yang berada dalam tekanan militer.
📉 Dampaknya untuk Indonesia
Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung, efek global bisa terasa.
Harga Energi
Iran berada di kawasan strategis distribusi minyak dunia. Ketegangan militer dapat mendorong kenaikan harga minyak mentah. Jika harga minyak global naik, biaya bahan bakar dan transportasi bisa terdampak.
Inflasi Pangan
Perang Rusia Ukraina sebelumnya telah mengganggu pasokan gandum dan pupuk. Jika konflik global makin luas, biaya logistik dan harga pangan berpotensi meningkat.
Nilai Tukar Rupiah
Ketidakpastian global biasanya mendorong investor mengalihkan dana ke aset aman seperti dolar Amerika dan emas. Tekanan terhadap rupiah dapat terjadi jika arus modal keluar meningkat.
Pasar Keuangan
Pasar saham dan harga komoditas cenderung sensitif terhadap eskalasi militer. Fluktuasi jangka pendek menjadi kemungkinan.
🔎 Apa yang Perlu Dipantau
Beberapa indikator penting dalam beberapa hari ke depan:
- Pernyataan resmi dan langkah balasan dari Iran
- Respons militer lanjutan dari Israel
- Sikap Amerika Serikat dan negara besar lain
- Pergerakan harga minyak dunia
- Upaya diplomasi internasional
Hingga laporan ini disusun, belum ada data resmi mengenai korban dalam serangan di Teheran. Situasi masih sangat dinamis.
Kesimpulan
Serangan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026 merupakan salah satu perkembangan paling signifikan dalam dinamika geopolitik global tahun ini. Terjadinya eskalasi di beberapa kawasan secara bersamaan menunjukkan bahwa stabilitas internasional sedang menghadapi tekanan besar.
Belum dapat dipastikan apakah konflik ini akan meluas atau terkendali melalui jalur diplomasi. Namun arah perkembangan dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan.
Memantau informasi dari sumber resmi dan memahami dampaknya terhadap ekonomi serta stabilitas regional menjadi langkah penting di tengah situasi yang cepat berubah.
