Dewi Perssik kembali dibuat emosi soal akun palsu
JAKARTA—Pedangdut Dewi Perssik mengaku lagi-lagi dibuat geram. Kali ini, pelantun lagu-lagu dangdut tersebut mendapati akun Facebook yang menggunakan namanya sekaligus memakai centang biru (verified).
Bagi Depe—sapaan akrabnya—munculnya akun dengan identitas mirip dirinya membuat situasi terasa makin tidak nyaman. Apalagi, Dewi menyebut dirinya khawatir akun itu dipakai untuk kepentingan yang merugikan orang lain.
Ia menuturkan, kejadian seperti ini bukan pertama kali menimpanya. Namun untuk kali ini, ia merasakan ketidaksigapan dari pihak yang diduga membuat akun tersebut.
“Sudah ditegur, tapi tetap jalan”
Dewi mengaku sudah melakukan langkah awal dengan menegur pemilik akun. Menurutnya, teguran tersebut ia sampaikan dengan cara baik-baik, supaya pihak terkait memahami bahwa akun itu tidak benar-benar mewakili dirinya.
Namun, Dewi menegaskan bahwa teguran itu tidak digubris. Alih-alih menghentikan aktivitas akun, Dewi justru melihat bahwa akun tersebut masih “mengatasnamakan” dirinya.
Ia pun merasa kesabarannya sudah mulai habis. Dari sinilah kemudian muncul rasa kesal yang lebih besar karena akun tersebut seakan tidak ada tanda akan berhenti.
Akun itu malah memblokir penggemar yang memberi peringatan
Bukan hanya soal tetap beroperasi, Dewi juga menceritakan bahwa akun tersebut melakukan tindakan yang dianggapnya merugikan komunitas penggemar. Dewi mengungkapkan bahwa akun itu memblokir para pengikut atau penggemarnya yang sempat memberi peringatan.
Menurut Dewi, para penggemar justru mencoba mengingatkan agar orang lain tidak tertipu. Namun tindakan blokir itu justru membuat Dewi merasa pelaku tidak ingin ada klarifikasi maupun koreksi.
“Kamu sudah tahu itu bukan punya dia, lalu dia malah memblokir. Jadi makin kelihatan kan niatnya,” tuturnya dengan nada kesal saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).
Dewi lalu konsultasi ke lawyer, ingin tahu langkah terbaik
Karena merasa sudah menegur berkali-kali tapi tetap tidak ada perubahan, Dewi Perssik memutuskan untuk mencari bantuan hukum. Ia menyampaikan bahwa dirinya berkonsultasi dengan lawyer pribadinya.
Dewi menuturkan kalimat konsultasinya kurang lebih seperti ini: ia ingin tahu bagaimana seharusnya bersikap saat sudah ditegur namun akun palsu tetap berjalan.
Ia menyebut bahwa lawyer-nya, Bang Sandi, membantu menjelaskan gambaran proses yang bisa ditempuh. Dari situ Dewi mulai mempertimbangkan langkah hukum yang lebih serius.
“Aku konsultasi dulu supaya jelas”
Dewi tidak langsung menyamaratakan situasi ini dengan asumsi liar. Ia memilih untuk memastikan terlebih dahulu, agar langkah yang diambil tepat dan tidak asal.
Dewi menjelaskan bahwa orang sering mengira urusan akun palsu bisa diselesaikan lewat teguran saja. Padahal, menurutnya, bila pelaku tidak merespons, dibutuhkan jalur lain agar tidak semakin merugikan.
Dengan mempertimbangkan masukan dari kuasa hukum, Dewi ingin memastikan bahwa langkah yang ia ambil bisa dipertanggungjawabkan.
Kekhawatiran Dewi: nama besar dipakai untuk keuntungan
Dalam penuturannya, Dewi menekankan satu hal: ia tidak nyaman ketika namanya dipakai untuk kepentingan pribadi pihak yang bukan dirinya. Dewi khawatir akun itu digunakan untuk mengeruk keuntungan, entah melalui penipuan, ajakan, atau modus lainnya.
Dewi menyebut bahwa orang yang belum paham bisa saja terkecoh. Apalagi akun tersebut memiliki centang biru, yang bagi banyak orang terdengar meyakinkan.
Sementara Dewi sendiri merasa tidak pernah memberi izin terhadap penggunaan identitas tersebut.
Dewi berharap ada tindakan tegas, bukan dibiarkan
Dewi menyampaikan bahwa ia ingin ada tindakan tegas. Baginya, akun-akun seperti itu jika dibiarkan akan terus tumbuh, dan dampaknya bisa merembet.
Ia tidak ingin penggemarnya lagi-lagi jadi korban kebingungan. Dewi juga tidak ingin orang-orang di luar lingkaran fansnya ikut tertipu.
Karena itu, ia menilai langkah hukum perlu dipertimbangkan secara matang.
Ia juga menilai respons platform jadi faktor penting
Selain soal tindakan pelaku, Dewi juga menyinggung bahwa respons dari platform sosial media ikut menentukan. Bila laporan tidak ditindaklanjuti, maka akun palsu akan terus muncul dan mengganti-ganti cara penyamaran.
Dewi merasa sudah saatnya ada ketegasan. Bukan karena Dewi ingin berkonfrontasi, tapi karena ia ingin memastikan namanya tidak dijadikan alat.
Depe menekankan: ini bukan sekadar masalah sepele
Bagi Dewi, masalah ini bukan sekadar “akun palsu yang lucu-lucuan”. Ia menegaskan bahwa ini sudah masuk kategori mengganggu reputasi serta berpotensi merugikan pihak lain.
Dewi berharap, apa pun prosesnya, hasilnya bisa membuat akun tersebut berhenti dan tidak mengulang lagi.
Ia ingin agar kejadian seperti ini tidak menjadi kebiasaan bagi oknum tertentu.
“Saya ingin jelas prosesnya”
Dewi menutup pembahasan dengan menegaskan bahwa ia ingin prosesnya jelas. Ia tidak ingin berhenti di emosi saja, tapi mengubahnya menjadi langkah yang terukur.
Dewi juga berharap masyarakat, terutama penggemar, lebih berhati-hati. Apabila ada akun yang mengatasnamakan Dewi, perlu dicocokkan dengan informasi resmi.
Dengan pertimbangan dari kuasa hukum, Dewi Perssik saat ini sedang menimbang langkah-langkah lebih lanjut agar persoalan ini bisa tuntas.
