Awal Pagi yang Khusyuk di Masjid Al Huda
Depok — Pagi itu udara segar menyelimuti kawasan Masjid Al Huda ketika Ayu Ting Ting datang menunaikan salat Idulfitri bersama keluarga. Penyanyi yang dikenal ramah itu tiba sekitar pukul 06.30 WIB, mengenakan busana seragam bernuansa mauve yang dipilihnya sendiri untuk tradisi lebaran keluarga. Kedatangan mereka menarik perhatian warga sekitar, namun suasana tetap khidmat seperti lazimnya salat Id di lingkungan setempat.
Ayu datang ditemani putrinya, Bilqis Khumairah Razak, sang ayah, serta adik perempuannya, Syifa. Momen kebersamaan keluarga ini terasa hangat; keluarga Ayu memang terbiasa kompak soal busana saat Hari Raya. Dalam beberapa tahun terakhir, publik kerap menantikan gaya seragam lebaran keluarganya karena selalu terlihat rapi dan penuh warna.
Sebelum pelaksanaan salat, Ayu sempat berbicara singkat kepada awak media yang menunggu di luar masjid. Ia mengungkapkan rasa syukur karena kali ini tidak berhalangan hadir dan bisa mengikuti seluruh rangkaian salat Id tepat waktu. “Alhamdulillah hari ini saya enggak berhalangan, jadi bisa ikut salat Id. Tadi salat Id dimulai jam setengah tujuh. Alhamdulillah tahun ini enggak kesiangan, jadi on time,” ujar Ayu dengan senyum.
Setelah salat, suasana semakin haru ketika jamaah mengikuti khutbah dan doa bersama. Bagi Ayu, seperti kebanyakan umat, Idulfitri tahun ini kembali mengingatkan makna syukur, pengampunan, dan harapan baru.
Momen Haru di Rakaat Terakhir
Ketika rakaat terakhir dipimpin oleh Ustaz Rahmat, Ayu mengaku merasakan suasana yang mengundang haru. Ada getar emosi yang muncul saat imam membacakan khutbah, seolah menautkan seluruh pengalaman masa lalu dengan harapan di masa depan. Ia tak sungkan mengaku terharu, karena bagi banyak orang, momen Idulfitri memang selalu sarat perasaan.
“Pas haru banget tadi imamnya, Pak Ustaz Rahmat, ya. Memang gitu ya kalau Idulfitri pasti ada rasa harunya,” kata Ayu. Ucapan itu menunjukkan sisi manusiawinya: kendati hidup di bawah sorot kamera, Ayu sama seperti jemaat lainnya yang terbawa suasana spiritual saat salat berjamaah.
Keharuan itu juga menjadi pengingat bagi Ayu untuk menyematkan doa-doa pribadi dalam khusyuknya salat. Sebagai seorang ibu, ada doa-doa yang lebih mengarah ke keselamatan dan masa depan anak. Di tengah haru, Ayu terlihat menutup mata sejenak dan memanjatkan harapan yang sederhana namun tulus.
Suasana selepas salat tetap hangat; jamaah saling bersalaman dan bermaafan. Tradisi sungkeman pun dilakukan sebagai bentuk bakti terhadap orang tua, dan keluarga Ayu melaksanakannya dengan khidmat. Prosesi sungkeman selalu menjadi momen yang bermakna bagi Ayu secara pribadi karena mengingatkannya pada nilai kekeluargaan.
Doa tentang Jodoh yang Diselipkan
Di sela-sela suasana syahdu itu, Ayu menyampaikan bahwa ia sempat menyelipkan doa pribadi soal jodoh. Ia memilih merendah, menyampaikan permintaan pada Yang Maha Kuasa dalam hati, seperti banyak orang yang punya harapan serupa di momen khusyuk. Menyebutkan soal jodoh bukanlah hal baru bagi selebritas yang kerap jadi sorotan, namun Ayu melakukan itu dengan nada sederhana dan penuh pengharapan.
Doa soal jodoh yang diselipkan Ayu bukanlah pengumuman atau sinyal tertentu; lebih tepat dianggap sebagai ungkapan harapan seorang wanita yang ingin melangkah ke babak baru dalam hidup. Ia menegaskan hal ini sebagai bagian dari ibadah dan refleksi diri saat Idulfitri, bukan bentuk paksaan publik atau pengumuman besar.
Respons para penggemar langsung bermunculan di media sosial; banyak yang memberikan dukungan dan doa balik untuk Ayu. Sikap ini memperlihatkan bagaimana publik tetap peduli pada kehidupan personal artis kesayangan mereka, namun juga menunjukkan batas sopan ketika doa yang disampaikan bersifat intim dan spiritual.
Tradisi, Kuliner, dan Rencana Liburan Keluarga
Setelah salat dan sungkeman, keluarga Ayu berkumpul di rumah orangtuanya untuk menikmati hidangan khas Lebaran. Ayu menyebutkan menu wajib keluarga: lontong sayur, ketupat, semur, opor ayam, serta kerupuk oranye dan kerupuk merah yang tak boleh absen. Menurutnya, olahan ibunya selalu jadi favorit dan menghadirkan nuansa nostalgia setiap kali disantap bersama keluarga besar.
Sesuai tradisi keluarga, Ayu juga selalu menjadi penggerak dalam menentukan outfit seragam lebaran. Ia mengaku senang bisa memberi tema warna dan gaya, sementara anggota keluarga lain tinggal mengikuti. “Seragam kayak biasa, setiap tahun saya yang nentuin seragam. Saya ininya (penggeraknya), mereka mah tinggal ngikut aja,” candanya.
Mengenai rencana selanjutnya, Ayu mengatakan akan berlibur ke luar negeri bersama Bilqis. Rencana itu muncul karena adiknya, Syifa, kini sedang menjaga sang ibu yang tengah hamil besar sehingga tidak bisa ikut bepergian. Liburan ini rencananya sebagai momen quality time antara ibu dan anak, sekaligus mengisi energi setelah kesibukan kerja.
Di akhir perbincangan, Ayu menegaskan bahwa makna Idulfitri baginya tetap sederhana: syukur atas kesehatan, kesempatan berkumpul, dan doa yang tulus untuk masa depan. Ia berharap semoga tahun ini membawa berkah bagi semua keluarga Indonesia
