H2: Kecemasan di Tengah Perayaan
Malam Tahun Baru biasanya dipenuhi dengan kembang api dan kebahagiaan, namun tidak bagi Husna Fadilla Tarigan, seorang jurnalis media nasional di Kota Medan, Sumatera Utara. Pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026, motor Honda Vario 150 yang merupakan kendaraan sehari-harinya untuk meliput, raib dalam sekejap. Kejadian ini terjadi di rumah kontrakan temannya di Jalan Cempaka 1, dan menambah daftar kejahatan yang terjadi selama perayaan.
“Seharusnya malam ini menjadi waktu yang menyenangkan untuk merayakan tahun baru, tetapi justru berakhir dengan kekhawatiran dan kekecewaan,” ujar Husna dengan nada yang penuh penyesalan. Ia merasa motor yang dilengkapi dengan sistem kunci canggih seharusnya memberikan rasa aman, namun kenyataannya justru sebaliknya.
Momen seru yang dia harapkan saatnya berkumpul bersama teman-temannya tergantikan dengan tenggelamnya rasa aman. “Setelah berbagi momen, saya keluar untuk melihat kembang api dan menyadari motor saya sudah tidak ada di tempatnya,” tuturnya, mengenang saat-saat sulit itu.
H2: Kronologi Kejadian
Husna menceritakan bahwa selama acara bakar-bakar sebelum tahun baru, ia sudah memarkir motornya dengan aman di depan kontrakan. “Saya pulang dari liputan sekitar pukul 21.47 WIB dan langsung memarkir motor. Kami mulai acara sekitar pukul 22.00 WIB,” katanya. Mereka semua menikmati kebersamaan sampai momen pertukaran tahun tiba, dan saat merayakan dengan kembang api, insiden itu terjadi.
Kecurigaan pun muncul saat rekan-rekannya yang ada di sana merasakan ada yang tidak beres. Ketika semuanya berjalan lancar, tubuh Husna merasakan detak jantungnya semakin cepat saat ia menyadari motornya tidak ada. “Saya langsung berlari mencari motor dan berharap pelakunya belum pergi jauh,” tambahnya, tampak gelisah saat menceritakan usaha pencarian.
Ia bersama teman-temannya berkeliling hingga ke Jalan Setia Budi. “Kami meneriakkan nama pelaku, berharap orang-orang di sekitar membantu. Tapi semua usaha kami sia-sia, motor saya tidak juga ditemukan,” ungkapnya dengan nada penuh harap yang sirna.
H2: Pelaporan kepada Pihak Kepolisian
Karena merasa kehilangan yang mendalam, Husna memutuskan untuk melaporkan pencurian tersebut ke kepolisian setempat. Ia mengunjungi Polsek Sunggal dan melaporkan kejadian itu. “Saya membuat laporan dengan nomor LP/B/1/I/2026/SPKT/Polsek Sunggal, berharap pihak kepolisian bisa membantu,” jelasnya.
Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G Hutabarat, menyatakan bahwa laporan tersebut sudah diterima dan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. “Kami telah cek lokasi kejadian dan saat ini tengah mencari identitas pelaku,” katanya dengan harapan agar pelaku pencurian segera ditangkap.
“Mohon doa dari masyarakat agar pencurian ini cepat terungkap. Kami akan berupaya keras dalam penyelidikan ini,” tambahnya. Hal ini menegaskan komitmen kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini dengan baik.
H2: Respons dari Rekan Jurnalis
Kejadian ini menjadi perhatian di kalangan komunitas jurnalis di Medan. Rekan-rekan Husna merasa prihatin dan berencana untuk mengadakan pertemuan dalam waktu dekat. “Kami perlu merumuskan langkah-langkah untuk melindungi diri kami dan aset selama menjalani tugas,” kata seorang jurnalis yang juga bersahabat dengan Husna.
“Hal semacam ini seharusnya tidak terjadi. Kita harus bisa menjaga satu sama lain. Motor Husna bukan hanya kendaraan; itu alat yang mendukung kita dalam menjalani profesi,” jelasnya lebih lanjut. Diharapkan, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua jurnalis untuk lebih berhati-hati dan waspada saat menjalani pekerjaan.
Mereka sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan berbagi tips keamanan di kelompok mereka. “Kami ingin agar setiap orang yang terlibat merasa aman dan terlindungi dalam menjalankan tugas,” ucap salah satu jurnalis senior.
H2: Pentingnya Kesadaran Keamanan
Pengalaman Husna harus menjadi pengingat bagi semua orang tentang pentingnya menjaga barang berharga, terutama saat berada di kerumunan. “Kita tidak bisa lengah, meskipun saat merayakan pesta. Harus tetap waspada,” ungkap seorang ahli keamanan yang dihubungi untuk memberikan pandangan.
“Hanya karena kendaraan dilengkapi dengan teknologi tidak berarti Anda aman dari pencurian, kita tetap perlu melakukan langkah-langkah pencegahan saat memarkir kendaraan,” lanjutnya. Hal ini menambah kesadaran akan pentingnya kewaspadaan di tempat umum.
“Setiap orang harus menyadari lingkungan di sekitar mereka. Kejahatan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja,” katanya menekankan pada kewaspadaan individu.
H2: Pihak Kepolisian Mengambil Langkah
Pihak kepolisian berjanji akan melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan. “Kami sudah melakukan pengumpulan bukti dan minta dukungan dari masyarakat. Setiap informasi akan sangat berharga bagi proses penyelidikan ini,” ungkap Kapolsek.
Dia menambahkan bahwa mereka juga tengah melakukan pemeriksaan rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan pelaku dan mengembalikan kendaraan kepada Husna,” ujarnya.
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika melihat sesuatu yang mencurigakan. “Setiap orang harus berteriak jika melihat pelanggaran. Kita tidak bisa membiarkan pelaku berkeliaran begitu saja,” tegasnya.
H2: Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Aman
Husna berharap agar kejadian ini membawa pelajaran berharga bagi semua pihak. “Saya ingin agar orang-orang lebih berhati-hati dan sadar akan pentingnya menjaga barang berharga,” ungkapnya penuh harap. Di tengah kesedihan, terdapat keinginan untuk melihat perubahan menuju lingkungan yang lebih aman.
“Jika semua bersatu, kami yakin bisa memerangi kejahatan yang ada di sekitar kita. Kita harus berkolaborasi untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan,” tuturnya dengan optimistis.
Situasi ini juga mendorong Husna untuk terlibat dalam kegiatan komunitas yang mengedukasi publik tentang keamanan. “Saya ingin melakukan sesuatu yang berarti bagi anggota komunitas agar mereka tidak merasakan apa yang saya rasakan,” ucapnya.
H2: Penutup: Kegiatan Masyarakat yang Harus Diperbaiki
Husna berharap agar semua orang memperhatikan tindakan pencegahan dan keselamatan di tengah keramaian. “Sekecil apa pun tindakan pencegahan dapat menyelamatkan seseorang dari kehilangan yang lebih besar,” ungkapnya.
Perayaan tahun baru seharusnya menjadi waktu yang spesial, namun insiden ini telah mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan. Dengan meningkatnya kesadaran dan tindakan proaktif oleh masyarakat, diharapkan kedepannya setiap perayaan akan berjalan aman dan menyenangkan.
Mari kita bersama-sama menjaga dan melindungi satu sama lain demi menciptakan lingkungan yang lebih baik dan aman bagi semua. Kesadaran dan tindakan nyata adalah kunci untuk mencapai hal tersebut.



















