banner 728x250

Virus Nipah Terus Diwaspadai, Dokter Soroti Gejala Awal yang Sulit Dikenali dan Berisiko Fatal

Illustrasi Outbreak
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Virus Nipah kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit menular berisiko tinggi. Penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia ini dikenal memiliki tingkat kematian yang signifikan serta perjalanan penyakit yang dapat memburuk dengan cepat. Para dokter menilai bahwa tantangan utama dalam penanganan virus Nipah terletak pada sulitnya mengenali gejala awal yang kerap menyerupai penyakit ringan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia atau Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan demam awal yang disertai keluhan umum. Berdasarkan pemantauan klinis, banyak pasien baru mencari pertolongan medis ketika kondisi sudah berat, sehingga peluang penanganan dini menjadi terbatas.

banner 325x300

Gejala Awal Tidak Spesifik

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. Dominicus Husada, menjelaskan bahwa fase awal infeksi virus Nipah sering kali tidak menunjukkan tanda khas. Pasien umumnya hanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, mual, atau muntah.

“Pada fase awal, Nipah sangat sulit dibedakan dari infeksi virus lain,” kata Dominicus dalam webinar edukasi kesehatan. Keluhan tersebut kerap dianggap sebagai flu atau infeksi ringan yang tidak memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Akibatnya, banyak pasien memilih beristirahat di rumah dan menunda konsultasi medis. Padahal, virus Nipah dikenal dapat berkembang cepat dan menyerang organ vital dalam waktu relatif singkat. Keterlambatan inilah yang sering membuat kondisi pasien memburuk saat tiba di rumah sakit.

Risiko Perburukan pada Sistem Saraf

Seiring perkembangan penyakit, virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat. Pada tahap ini, pasien dapat mengalami gangguan kesadaran, kebingungan, perubahan perilaku, hingga kejang. Kondisi tersebut menjadi tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera.

Dominicus menjelaskan bahwa gangguan saraf pada pasien Nipah berkaitan dengan ensefalitis atau radang otak. “Jika virus sudah menyerang otak, pasien bisa tampak seperti orang mabuk, linglung, bahkan tidak sadar,” ujarnya. Ensefalitis menjadi salah satu penyebab utama kematian pada pasien dengan infeksi virus Nipah.

Gejala neurologis ini menunjukkan bahwa infeksi telah memasuki fase serius. Pada tahap tersebut, pasien biasanya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Gangguan Pernapasan Perlu Diwaspadai

Selain menyerang sistem saraf, virus Nipah juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Pasien dapat mengalami batuk dan sesak napas akibat infeksi paru yang berkembang cepat. Pada sebagian kasus, kondisi pernapasan memburuk dalam waktu singkat dan memerlukan bantuan pernapasan.

Para dokter menilai bahwa kombinasi gangguan saraf dan pernapasan membuat virus Nipah menjadi penyakit dengan risiko tinggi. Tanpa penanganan cepat dan tepat, risiko komplikasi dan kematian meningkat secara signifikan.

Semua Kelompok Usia Berisiko

IDAI menegaskan bahwa virus Nipah dapat menyerang semua kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski kasus pada anak relatif lebih jarang, risiko gejala berat tetap ada, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah atau memiliki penyakit penyerta.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala yang tidak biasa. Demam yang disertai kejang, penurunan kesadaran, atau sesak napas dinilai sebagai kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan riwayat kontak dengan hewan, konsumsi buah tertentu, atau paparan lingkungan kepada tenaga kesehatan. Informasi tersebut dapat membantu dokter menilai risiko dan menentukan langkah pemeriksaan yang diperlukan.

Kewaspadaan Dini Jadi Kunci

Para dokter sepakat bahwa kewaspadaan dini merupakan langkah paling efektif dalam menghadapi ancaman virus Nipah. Edukasi masyarakat mengenai gejala awal dan tanda bahaya dinilai sama pentingnya dengan kesiapan fasilitas kesehatan.

Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan demam yang berlangsung lebih dari satu hingga dua hari, terutama jika disertai keluhan lain seperti sakit kepala berat, muntah berulang, atau perubahan perilaku. Pemeriksaan medis sejak dini dapat membantu memastikan diagnosis dan mempercepat penanganan.

Menjaga Kesehatan sebagai Langkah Pencegahan

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap virus Nipah, menjaga kesehatan secara umum tetap menjadi langkah dasar yang relevan. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan, serta memastikan buah yang dikonsumsi dalam kondisi bersih dapat membantu menurunkan risiko infeksi.

Pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik ringan secara teratur berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Masyarakat juga disarankan untuk menghindari kontak langsung dengan hewan liar atau hewan yang tampak sakit, serta berhati-hati di lingkungan yang berpotensi menjadi sumber penularan.

Jika muncul gejala yang tidak biasa, konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah paling aman. Para dokter menilai kewaspadaan yang dibarengi pemahaman yang tepat dan gaya hidup sehat sebagai kunci utama dalam menekan risiko komplikasi dan dampak fatal akibat virus Nipah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

gacorway
GACORWAY
gacorway
SITUS SLOT
SITUS SLOT GACORWAY
SITUS GACOR
MPO500 Daftar
gacorway
MPO500
ug300 UG300 royalmpo Royalmpohttps://avantguard.co.id/idn/about/ Royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo https://malangtoday.id/ https://guyonanbola.com/ renunganhariankatolik.web.id SLOT DANA ri188 MPO SLOT royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo jktwin kingslot slotking jkt88 royalmpo royalmpo mpo slot jkt88 dewaslot168 gacor4d https://holodeck.co.id/spesifikasi/ royalmpo/ pisang88/ langkahcurang/ mpohoki/ mpocuan/ royalmpo/ mporoyal/ mporoyal/ rajaslot138/ http://www.visoko-rtv.ba/kontakt/ royalmpo/